Nama Nani Suriani kini dikenal luas di kalangan warga Cianjur sebagai sosok penjahit yang berprestasi. Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus. Lahir di lingkungan sederhana di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Nani tumbuh di tengah keterbatasan ekonomi. Sejak kecil, ia sudah terbiasa melihat orang tuanya bekerja keras demi menghidupi keluarga. Di usia remaja, Nani mulai tertarik pada dunia menjahit setelah melihat tetangganya membuat baju sendiri untuk Lebaran.
“Menjahit itu bukan sekadar keterampilan, tapi seni. Saya merasa punya kebahagiaan ketika bisa membuat pakaian yang orang lain kenakan,” ujar Nani, mengenang masa-masa awal ia belajar menjahit dari buku dan teman-temannya.
Pada tahun 2005, dengan berbekal mesin jahit warisan dari ibunya, Nani membuka jasa penjahit kecil di sudut rumah kontrakan di Cianjur. Ia memulai usaha dari pesanan tetangga, berupa menjahit baju anak sekolah, seragam kerja, dan pakaian sehari-hari. Usaha “Penjahit Nani” mulai dikenal karena hasil jahitannya rapi, harga terjangkau, dan pelayanan yang ramah.
Nani menghadapi banyak tantangan, terutama dalam hal modal dan promosi. Ia harus rela bangun pagi hingga larut malam menyelesaikan pesanan, sekaligus mengurus keluarga. Namun, ketekunan dan kegigihannya membuahkan hasil. Dalam dua tahun, jumlah pelanggan semakin bertambah dan pesanan datang tidak hanya dari warga sekitar, tetapi juga dari luar kota Cianjur.
Melihat tren mode yang terus berubah, Nani aktif belajar desain pakaian melalui internet dan mengikuti pelatihan offline yang difasilitasi pemerintah daerah. Dengan pengetahuan baru, ia mulai menawarkan produk seperti gamis, kebaya, jas, serta modifikasi seragam sekolah yang lebih menarik. “Saya ingin Penjahit Nani bukan hanya tempat jahit biasa, tapi juga tempat konsultasi mode untuk ibu-ibu di Cianjur,” kata Nani.
Berkat usaha penjahitnya, Nani mampu membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Selain itu, ia turut membantu ekonomi keluarga besar dengan membuka peluang kerja bagi saudara dan tetangganya. Pada tahun 2012, Nani berhasil membeli rumah sendiri dari hasil tabungan usaha. Suksesnya Penjahit Nani juga membuat beberapa alumni pelatihan memilih membuka usaha jahit mandiri, sehingga memperluas dampak positif di lingkungan Cianjur.
Kisah Nani Suriani semakin mendapat perhatian setelah ia menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur sebagai “Pelaku UMKM Inspiratif” tahun 2017. Selain itu, Penjahit Nani menjadi partner program pelatihan keterampilan bagi anak muda yang tidak melanjutkan sekolah. Dalam beberapa tahun terakhir, nama Nani Suriani kerap disebut dalam berbagai seminar kewirausahaan dan menjadi narasumber di acara radio lokal.
“Saya selalu percaya, kerja keras dan integritas adalah kunci utama untuk mencapai sukses. Tidak ada resep khusus, hanya disiplin dan ketekunan,” ujar Nani dalam sebuah seminar UMKM Cianjur.
Pandemi Covid-19 membawa tantangan baru. Jumlah pesanan turun drastis karena sekolah dan kantor banyak tutup. Nani tak menyerah; ia berinovasi dengan membuat masker kain dan alat pelindung diri (APD) untuk dijual secara online. Kerjasama dengan puskesmas dan rumah sakit setempat membantu keberlangsungan usaha. Penjahit Nani juga melakukan pengiriman ke luar kota dan memperluas pemasaran melalui marketplace.
Perubahan ini membuat Penjahit Nani tetap bertahan, bahkan mendapat pelanggan baru dari luar daerah. Pandemi justru memperkuat jejaring usaha dan kemampuan beradaptasi Nani di dunia digital.
Kisah sukses Nani Suriani memberikan inspirasi bagi banyak warga Cianjur, terutama ibu-ibu rumah tangga. Melalui pelatihan yang rutin diadakan di workshopnya, Nani mendorong perempuan agar berani berwirausaha. Ia juga mengajak anak muda untuk tidak malu memulai usaha dari nol. “Kalau punya impian, mulailah dari yang sederhana. Jangan minder kalau belum punya modal besar. Kemauan keras adalah modal utama,” pesan Nani kepada para peserta pelatihan.
Penjahit Nani menjadi oasis bagi masyarakat yang mencari solusi keterampilan, peluang kerja, dan dukungan moral. Tidak sedikit alumni pelatihan yang kini menjadi penjahit profesional dan membuka usaha sendiri.
Nani Suriani selalu menekankan pentingnya kerja keras, kejujuran, dan inovasi sebagai pondasi usaha. Ia berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda di Cianjur dan Jawa Barat secara umum. “Jangan pernah takut untuk mencoba. Setiap usaha pasti ada tantangan, tapi yakinlah bahwa jalan menuju sukses itu bisa ditempuh jika niat dan usaha tidak pernah luntur,” tutur Nani.
Kisah Nani Suriani dan Penjahit Nani membuktikan bahwa usaha kecil yang dimulai dari hati dan dijalankan dengan tekun dapat membawa perubahan besar, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.
Perjalanan Nani Suriani dari penjahit rumahan menjadi pelaku UMKM inspiratif di Cianjur, Jawa Barat, adalah bukti nyata bahwa ketekunan, inovasi, dan niat untuk berbagi dapat menciptakan dampak positif. Penjahit Nani tumbuh dari usaha sederhana menjadi pusat pelatihan dan inspirasi bagi komunitas lokal. Semoga kisah ini bisa memotivasi generasi muda dan ibu rumah tangga untuk memulai langkah menuju kesuksesan.